Thursday, April 28, 2016

REFLEKSI DAN PERSEPSI

Diam, 
Tak menggerakkan satu indera pun.
Jiwa ini hanya termenun dan bertanya-tanya ada apa
Apakah benar membuat keputusan 
karena intervensi dari luar?
“Benarkah?”



Jalan yang berkelok-kelok dan naik turun,
masih belum diterangi obor yg menyala.
Apakah ku harus menyalakan sumbu obor di setiap jalan yang kulewati?

Bukan tak berani melangkah,
sepertinya ku pernah melewati jalan ini sebelumnya
dan ku ingat apa yang ada di ujung jalan.
Apa ku harus menelan kekecewaaan yang sama atau memberanikan diri
melewati jalan yang sepertinya sama untuk tau akhir di ujung jalan yang sebenarnya?
karena Yang Maha Tahu yang bisa melihat semua dengan jelas,
walaupun ada kabut dan diselimuti gelap.

“Fuck You”

MOMEN

Momen…
Momen terjadi karena adanya waktu
Waktunya begitu cepat terlewat
Terlewat saat perasaan ini berkata ya,
tetapi malah membohongi diri sendiri


“PENYESALAN”



Sungguh perkenalan yang cantik
Dia perkenalkan dirinya dengan ramah,
sentuhan yang lembut
Ku tak mengira ia ekspresif

Em C G D , Em C G D
hingga kesadaran seorang wanita menyentuh langit 
Tidak perlu memilki momen seajaib itu 

Bersama Watt, 
kau dan dia  bisa membicarakan
hal-hal kecil menjadi indah 


“LOVE YOU WATT”
( Filosofi Kopi : James Watt, House Blend of Watt Coffee)




Ku melihat langit yang mengingatkan waktu yang sedang kulalui
Matahari sedikit lagi mau mengucapkan selamat tinggal kepadaku
Langit terlihat berwarna jingga,
dan Sang Hitam mau mendominasi

Melewati hari-hari yang sama dan sendiri,
tetapi hari itu sebelum matahari berpamitan
Dengan yakin, Aku mengangkat pandangan dari bawah ke depan
Di ujung sana, samar-samar ada seseorang yang mendekat

Ku langkahkan kaki dan ia semakin mendekat
Sang Serebrum menguasai,
penasaran yang ada di ujung sana
Tanpa sadar dari melangkah menjadi berlari

Bertemu dan bertatapan dengannya
Aneh rasanya seperti meilhat diri sendiri,
tetapi ia seorang wanita

Ku tanya dia, “Apakah kau tau Buzz?”
“Buzz Lightyear?!?” wanita itu membalas dengan tidak yakin
“Ya, Betul. Aku dan Kamu akan menempuh perjalanan dengan kecepatan cahaya.
Tidak terlihat oleh yang lain dan hanya kita yang merasakan dan menikmati
perjalanan itu hingga sampai planet yang kita tuju.”

Tak disangka
Sang Hitam sudah mendominasi
dan Matahari sudah berpamitan
Tetapi, Aku memulai hari esok dengannya



“EDWIN & NADYA”


Passé, Avenir, Actuellement

Dansa dan selalu ingin berdansa tanpa henti di setiap momen yang kuhabiskan
Jarum jamku selalu menunjuk ke arah  kesenangan, gairah, tawa, cinta, dan cinta.  
Gaun yang dijahit dengan benang sutra menghiasi lelukan tubuh yang tak kusangka mengundang banyak mata di lantai dansa.
Perasaan cinta selalu mengalir dalam pembuluh vena sehingga gerakan badan ini selalu berdansa mengikuti fluktuasi getaran nada. 
Ku merasa gairah yang dihasilkan dari semua itu merupakan Surga. 

Sadar ayolah sadar sayangku, 
Kau berada di  masa sekarang, yaa… masa  sekarang
Tidak ada masa lalu, tidak ada masa depan
Dirimu sendirilah, Guru terbaikmu 
Hanya kau yang bisa memahami  dirimu 

Siapakah yang salah aku atau dia? 
Mengapa para pria ini terpukau bahkan menggilai akan harta, tahta dan wanita? 
Apakah ku bisa memiliki semua itu dalam diriku ? 
Ku akan menjadi tahta tertingginya dengan memberikan hak tersuciku hanya untuk dia yang mendapat ijin sah dari Yang Maha Melihat. 
Ku akan menjadi harta berharganya dengan tak memperlihatkan semua kecantikanku dengan mengenakan jilbab dilengkapi khimar agar hanya dia yang bisa menikmatiku seluruhnya.
Ku akan menjadi wanita idamannya dengan mendengarkan setiap nasehat yang terucap dari bibirnya dan menghargai kebaikannya.
Ya Allah  hati ini sudah lelah terombang-ambing dengan permainan  Sang Adam dan segera butuh kepastian 

Sadar ayolah sadar sayangku, 
Kau berada di  masa sekarang, yaa… masa  sekarang
Tidak ada masa lalu, tidak ada masa depan
Dirimu sendirilah, Guru terbaikmu 
Hanya kau yang bisa memahami  dirimu

Semoga para malaikat senantiasa memanjatkan doa-doa kepada anakku ketika ada di rahimku.
Saat cahaya dunia pertama kali kau lihat, saat itu juga kasih sayangku tak pernah henti kepadamu.
Mencontohkan mana yang baik dan benar, mendengarkan masalah kanak-kanakmu, 
sabar menghadapi kenakalanmu, menyajikan makanan saat perutmu lapar, 
ku korbankan semuanya untukmu. Semoga ku akan bisa menjadi seorang ibu seperti itu, Ku akan selalu menjadi ibumu dimana pun kau berada. 

Sadar ayolah sadar sayangku, 
Kau berada di  masa sekarang, yaa… masa  sekarang
Tidak ada masa lalu, tidak ada masa depan
Dirimu sendirilah, Guru terbaikmu 
Hanya kau yang bisa memahami  dirimu



“Passé, Avenir, Actuellement”

Wednesday, December 3, 2014

POETRY OF ZZ

Kau mengingatkanku
Bahwa di setiap gelap
Akan ada setitik cahaya bintang
yang menunjukkan arah
untuk mengarungi samudra

“ BERLAYAR “







Terserah kau
Menamakan perhatian ini apa.
Aku akan membuat kau
Merasakan atmosfer
yang membuatmu nyaman,
tersenyum, bahagia, dan tertawa lepas.

“ RELAX”






Tuhan memberikan
Sedikit kemampuannya untuk ku
agar bisa melihat
Apa yang kau rasakan dari mata mu

“PANDANGAN”










                               


Aku teringat kembali
Di saat-saat kita berjalan
Dengan irama yang sama,
Tak sanggup melihat satu sama lain,
Tak berbicara.
Mungkin kita hanya tersenyum
Dan pipi dari anak Adam
Ini pun memerah
Kau dan aku menikmatinya
Walaupun hanya satu malam

“..................”






Aku tak tahu
Apa yang Tuhan rencanakan
Karena kau hadir dalam hidupku,
Apakah kau sosok yang ku imajinasikan selama ini?
Bagaikan potongan puzzle
yang harus disempurnakan

“ TAK TERDUGA”






Terima kasih Kartini,
Berkat kau ada gadis seperti dia
gadis yang mandiri, tak pernah
mengeluh akan hidupnya,
selalu tersenyum dan tertawa
walaupun masalah dijalani
Kartini,
Itu adalah salah satu bukti
Bahwa angan-angan yang
Impikan tak sia-sia
Ku akan selalu menjaga gadis itu
Bagai Habibie menyanyangi Ainun
Sekali lagi, terima kasih Kartini

“TERIMA KASIH KARTINI”





Apakah kau tau?
Kau memiliki kecantikan alami
Bagaikan malaikat selalu menjaga kecantikanmu
Apakah kau tau?
Kau salah satu alasan ku untuk
menjadi kaya agar ku isa selalu memanjankanmu
Apakah kau tau ?
Ku merasa ingin lebih menyanyangimu
Bila ku melihatmu menderita
Apakah kau tau?
Semua pemikiranku sampai begitunya

“KAU TAU???”





Biarkan hubungan ini
Mengalir bagai air
Bila arusnya berhilir ke jurang,  sudalah
Bila arusnya berhilir ke lautan yang luas
Mari kita arungi lautan tersebut
sampai kita menemukan
Pulau yang indah untuk kita huni bersama
Sebelum kita arungi lautan tersebut
Ku persiapkan kapal yang besar dan kuat
Terlebih dahulu

“RINTANGAN TAK TERLIHAT”






Diam,
tak menggerakkan
satu indera pun.
Jiwa ini hanya termenun dan
bertanya-tanya ada apa
Apakah benar bertindak
karna intervensi dari luar?


“BENARKAH?”